Samsung Ganti Nama Galaxy A6 Plus Jadi Galaxy Jean

Setelah sukses dengan peluncuran Galaxy A6 dan A6 plus, Samsung merilis sebuah ponsel terbaru yang diberi nama Galaxy Jean. Peluncuran Galaxy Jean dilakukan di negara asal Samsung, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Dilansir dari GSM Arena, Galaxy Jean merupakan re-branding dari Samsung Galaxy S6 plus. Tidak hanya mengganti nama, Samsung juga meningkatkan spesifikasi Galaxy Jean. Perbedaan spesifikasi terlihat dari RAM Galaxy Jean sebesar 4 GB, lebih besar 1 GB dibanding Galaxy A6 plus.

Spesifikasi sisanya seperti memori internal, resolusi kamera, prosesor dan display masih sama seperti pendahulunya yakni Galaxy A6 Plus.

Korea Selatan bukanlah satu-satunya negara yang mengubah nama Galaxy A6 plus menjadi Galaxy Jean. Di Tiongkok, A6 plus diberi nama Galaxy A9 Star Lite.

Satu unit Samsung Galaxy Jean dibandrol seharga 400.000 won atau senilai dengan Rp 5,6 juta.

2020, Samsung Sematkan Artificial Inteligence di Seluruh Perangkat Eletronik

Tahun 2020 mendatang Samsung menargetkan semua produknya dilengkapi dengan teknologi Artificial Inteligence (AI). Hal tersebut disampaikan oleh Co-CEO Samsung Electronics Kim Hyun-suk.

“Samsung memiliki tujuan ntuk melengkapi semua perangkatny dengan teknologi AI dan internet pada tahun 2020,” ujar Hyun-Suk, dilansir dari Phone Arena.

Nantinya, mesin cuci, pengering, televisi, dan lemari es produksi sammsung akan tersambung ke internet. Untuk mewujudkan misi tersebut, Samsung memerlukan setidaknya 1.000 insinyur di bidang AI, mengingat waktu yang dimiliki Samsung hanya 2 tahun saja.

Salah satu teknologi AI Samsung yang sudah ada di perangkat smartphone adalah Bixby. Bixby pertama kali diperkenalkan pada peluncura Samsung Galaxy S8 dan S8 plus tahun lalu.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, Samsung berencana akan membuat pusat penelitian AI terbesar di dunia. Samsung memilih Cambridge, Inggris untuk lokasi pendirian pusat penelitian AI tersebut.

Rencana Samsung mendirikan pusat penelitian AI mendapat respon positif dari Perdana Menteri Inggris, Theresa May. Menurut May, hadirnya pusat penelitian AI ini dapat berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat sekitar, dan dapat dimanfaatkan dengan baik bagi orang-orang yang memilki pengetahuan seputar AI di sana.

 

Google Akan ‘Obati’ Kecanduan Smartphone

Google sedang mengembangkan sebuah teknologi yang akan melepaskan ‘kecanduan’ manusia terhadap gadget. Fitur ini akan membatasi durasi berapa lama manusia menggunakan gadget mereka.

Menurut kabar yang beredar, fitur ini akan diluncurkan berbarengan dengan keluarnya Android P yang namanya belum diumumkan ke publik. Pembuatan fitur ini pertama kali disinggung oleh CEO Google, Sundar Pichai pada pembukaan Google I/O di Silicon Valley.

Dilansir dari Busineess Insider Singapore, fitur ini juga bisa otomatis menonaktifkan smartphone jika sudah memasuki batas waktu yang sudah ditentukan untuk berhenti ‘bermain’ smartphone.

Selain itu, The Telegraph menuliskan beberapa highlight fitur menghilangkan kecanduan smartphone, seperti:

Wind Down Mode. Saat memasuki jam tidur, layar ponsel akan otomatis berubah warna menjadi abu-abu. Meskipun ponsel masih bisa digunakan, penggunaannya akan berkurang. Menurut penelitian menunjukkan, manusia lebih senang bermain smartphone karena warna warni di layar. Jika warna layar berubah abu-abu, penggunaan smartphone akan berkurang.

Shush. Hanya tinggal membalikan layar ponsel ke bawah, pengguna bisa mengaktifkan fitur “do not disturb” atau jangan ganggu. Fitur ini akan otomatis mematikan nada dering, getaran, dan bentuk notifikasi lain.

Time spent. Akan ada sebuah dashboard yang menunjukkan berapa lama pemakaian smartphone kita dalam periode tertentu. Cara kerjanya adalah dengan merangkum berapa kali pengguna menekan tombol kunci layar, berapa lama pengguna menatap layar ponsel, dan berapa lama menggunakan aplikasi-aplikasi.

Oppo Rilis A3 di Tiongkok

Setelah sukses dengan peluncuran Oppo F7, kini Oppo kembali merilis ponsel terbarunya, yakni Oppo A3. Hadirnya Oppo A3 ini menyasa kalangan menengah, dan dibanderol seharga Rp 4 juta an.

Oppa A3 hadir dengan layar Full HD 19:9 dengan ukuran layar 6,2 inch. Ponsel ini sudah memiliki teknologi pemindai wajah sebagai fitur screenlock atau pengunci layar. Disebut-sebut Oppo A3 mampu membuka kunci dengan kecepatan 0,08 detik saja dengan mendeteksi wajah penggunanya.

Oppo A3 sudah menggunakan sistem operasi Android Oreo 8.1 dan interface ColorOS 5.0.

Untuk dapur pacunya, Oppo A3 mengandalkan prosesor octa core Helio P60 dari MediaTek dengan RAM 4GB dan memori internal 128 GB.

Dari segi kamera, Oppo menyematkan kamera beresolusi 16 megapiksel dengan apertur F/1.8. Kamera depan ini mengandalkan kamera 8 megapiksel dengan apertur F/2.2 yang sudah dilengkapi juga dengan teknologi Artificial Inteligence (AI).

Ponsel ini hadir dalam empat varian warna, yakni merah, merah muda, silver, hitam, dan merah muda. Saat ini Oppo A3 baru dijual di pasar Tiongkok. Oppo sendiri belum mengelularkan informasi yang jelas tentang kapan perangkat ini masuk ke pasar ponsel Indonesia.

Terungkap Samsung Akan Rilis J6 Tahun Ini

Tersiar kabar bahwa Samsung akan merilis ponsel kelas menengah terbaru, Galaxy J6 di India. Ponsel ini nantinya akan hadir dengan rasio layar 18:9, bentangan layar 5,6 inch dan sudah menggunakan teknologi panel Super AMOLED.

Samsung mengandalkan prosesor octa core Exynos 7870 1,6 GHz dengan GPU Mali T830. Ponsel ini akan hadir dengan dua varian RAM, yakni 2 GB memori 32 GB dan RAM 3 GB dengan memori mencapai 64 GB.

Jelang peluncurannya, harga ponsel ini tidak sengaja terungkap. Samsung membandrol Galaxy J6 seharga Rp 3,1 juta.

Selain Galaxy J6, kabar Samsung akan merilis Galaxy J4 dan A6 plus juga semakin kuat. Tidak lama lagi, produk-produk tersebut akan segera meluncur di pasar handphone tanah air.

Asus Rilis Zenfone Seri Terbaru

Asus baru saja merilis dua ponsel terbarunya di tahun 2018 ini. Ketiga ponsel tersebut diberi nama Zenfone 5 dan Zenfone Live L1. Asus mengedepankan kamera yang lebih baik dengan teknologi Artificial Inteligence (AI) pada smartphone terbaru ini.

Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia mengatakan kehadiran smartphone baru tersebut untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kami percaya bahwa inovasi terbaik wajib kami hadirkan untuk semua segmen pengguna. Oleh karena itu, hari ini kami mengumumkan 3 pilihan smartphone terbaik untuk pengguna,” jelas Benjamin.

Zenfone 5 dihadirkan untuk menyokong gaya hidup pengguna yang senang mengabadikan berbagai momen dalam sebuah foto berkualitas tinggi. Ponsel ini dibelaku dengan dua kamera di bagian belakang. Ponsel dengan layar berukuran 6,2 inchi ini dibekali prosesor Snaprdragon 636 dengan kapasitas RAM mencapai 4GB.

Sedangkan Zenfone Live L1 hadir dengan ukuran lebih kecil, yakni 5,5 inci. Dapur pacu ponsel ini mengandalkan Snapdragon 308 dengan RAM 2GB dan 3GB. Untuk kamera, Asus membenamkan kamera beresolusi 13 megapiksel di bagian belakang dan kamera selfie di bagian depan sebesar 5 megapiksel.

Jika Zenfone 5 difokuskan untuk kalangan kelas atas, Zenfone Live L1 menyasar pengguna menengah. Ponsel Zenfone Live L1 tampil menarik dan modern dengan material yang kokoh dan rasio layar 19:1 yang sedang tren di pasaran.

Nokia X6 Tampil dengan Gaya “Jaman Now”

Nokia benar-benar membuktikan kembalinya ke pasar ponsel dunia. Baru-baru ini Nokia merilis ponsel premium terbaru yang diberi nama Nokia X6.

Nokia X6 hadir dengan rasio layar 19:9 dengan poni gaya kekinian. Di bagian belakang, material kaca di membuat ponsel bersistem operasi Android Oreo 8.1 ini semakin solid dan tampak mewah.

Tidak ketinggalan, karena ingin tampil “jaman now”, Nokia X6 hadir dengan dua lensa kamera di bagian belakang, masing-masing 16 megapixel dan 5 megapixel dengan aperture f/2.0.  Sementara untuk bagian depan, pengguna bisa berselfie ria dengan kamera 16 megapixel.

Untuk dapur pacunya, Nokia membekali X6 dengan proseseor Snapdragon 636 dengan RAM 4 GB dan 6 GB. Ruang penyimpanannya juga terbilang besar, yakni 32 GB dan 64 Gb.

Nokia X6 ini juga dibekali dengan sistem pemindai sidik jari (finger print), sehingga pengguna tidak perlu khawatir dengan keamanan ponsel ini.

Tertarik untuk ‘mengadopsi’ Nokia ini? Ponsel varian RAM 4 GB dibanderol seharga Rp 3.3 juta sementara yang RAM 6 GB seharga Rp 3.7 juta.

Rencananya, Nokia siap meluncurkan X6 di Tiongkok pada 21 Mei 2018 mendatang. Belum ada informasi tentang kehadiran Nokia X6 ini di Indonesia karena pihak HMD Global belum mengumumkan negara mana saja yang menjadi sasaran pasar ponsel ini.

Nokia Pasarkan Ponsel Pisang Pertengahan Mei ini

Nokia kembali hadir untuk melengkapi kenangan nostalgia. Ponsel Nokia ‘Pisang’ akhirnya hadir kembali dengan model yang lebih gaya dan modern.

Dikkutip dari situs TheVerge, Nokia ‘Pisang’ yang memiliki nama resmi Nokia 8110 akan mulai dipasarkan di pasar Asia pada pertengaha Mei ini. Singapura dan Vietnam disebut-sebut akan menjadi negara pertama yang mencicipi ponsel ikonik ini.

Satu unit ponsel Nokia ‘Pisang’ ini dibanderol seharga US$80 atau berkisar satu jutaan.

Nokia 8810 akan dilengkapi dengan sistem operasi KaiOS dari Firefox OS. Untuk pacunya, ponsel berbentuk pisang ini dibekali chipset Qualcomm Snapdragon 205. Ponsel ini juga sudah mendukung koneksi internet 4G.

Untuk urusan internet, ponsel ini dilengkapi dengan aplikasi seperti Google Assistant, Google Search, Google Maps, Facebook dan Twitter.

 

KKP Dorong Pengembangan Akuakultur Berbasis Digital

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan inovasi sistem informasi berbasis digital guna menjamin konektivitas rantai sistem bisnis akuakultur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengapresiasi banyaknya start up yang melakukan berbagai inovasi digital di bidang akuakultur. Hal tersebut disampaikan Slamet saat membuka sekaligus menjadi pembicara kunci dalam acara seminar DIGIFISH 2018 “Connecting Aquaculture Through Digital Innovation” di Menara Multimedia Telkom, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Slamet menyampaikan bahwa digitalisasi sistem informasi akuakultur memiliki arti penting dalam mendorong terjadinya transformasi sistem bisnis akuakultur yang lebih efisien. Menurutnya, ada 4 (empat) faktor yang menjadi isu transformasi yaitu: (1) mendorong peningkatan efesiensi dan daya saing bisnis akuakultur dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan; (2) optimalisasi pemanfaatan potensi lahan budidaya berbasis daya dukung lingkungan; (3) membangun rantai sistem produksi akuakultur dari hulu ke hilir secara menyeluruh; serta (4) integrasi kegiatan dan anggaran antara stakeholder terkait.

Untuk itu, Slamet menambahkan, transformasi industrialisasi akuakultur yang modern harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu (1) harus berorientasi pada pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) secara efisien, penciptaan nilai tambah dan produktivitas secara optimum; (2) mendorong keterampilan tenaga kerja melalui peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) terlatih; dan (3) pembukaan akses pasar yang luas (hyperkoneksi), daya saing tinggi, dan efisiensi manajemen.

Ia melanjutkan, digitalisasi juga merupakan bagian upaya KKP dalam memodernisasi sistem informasi kagiatan akuakultur guna ebih meningkatkan kualitas, ketepatan, dan efisiensi waktu dalam setiap rantai bisnis.

“Digitalisasi ini akan menjadi jembatan modern bagi seluruh stakeholder perikanan budidaya. Dengan begitu akan terjamin konektivitas secara efisien diantara stakeholders. Dalam hal akses pasar, sistem ini akan mampu menjamin efesiensi rantai pasar, untuk kegiatan on farm akan lebih efisien waktu, tenaga dan proses,” jelas Slamet.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Manajemen Program Digital Amoeba Telkom, Fauzan Feisal menyampaikan bahwa Telkom Indonesia sangat mendukung digitalisasi sektor-sektor ekonomi di Indonesia, salah satunya dimulai dari sektor agribisnis. Melalui program Digital Amoeba (sebagai pengelola inovasi dari karyawan), Telkom memulai pembangunan jaringan kerja digitalisasi dengan industri perikanan budidaya, karena kunci sukses digital adalah people, inovasi dan sharing-economy.

Salah satu inovasi digital akuakultur hasil kreasi anak muda yaitu Minapoli, yang mengambil peran sebagai hub jaringan informasi dan bisnis perikanan. Sebagaimana disampaikan oleh CEO-nya, Rully Setya Purnama, penyelenggaraan event Digifish 2018 dengan tema Connecting Aquaculture through Digital Innovation ini salah satunya untuk memperluas dan memperkuat jaringan perikanan agar tercipta sinergi yang lebih erat dan lebih baik bagi perkembangan industri perikanan ke arah yang lebih positif.

Pada acara yang sama juga ditampilkan berbagai inovasi digital yang mulai berkembang di bidang akuakultur diantaranya E-fishery, Iwa-Ke, fisHby, Jala, InFishta dan Growpal. E-fishery adalah teknologi pintar sebagai solusi pemberian pakan yang mudah dan efisien untu mengintegrasikan untuk pemberian pakan dengan metode continuous feeding untuk memenuhi pola makan udang yang terus menerus. Kemudian, Iwa-Ke merupakan start up yang bergerak dalam bidang distribusi beragam ikan seperti ikan nila merah, patin dan gurami melalui sarana informasi digital untuk pemasaran antaranya Go-Jek, Iwa-Ke Depot serta telah memiliki mitra pembudidaya lebih dari 60 Ha dan jaringan pembudidaya diberbagai provinsi.

FisHby merupakan start up digital akuakultur untuk menggalang dana yang dibutuhkan oleh pembudidaya kemudian menyalurkannya sesuai dengan perjanjian di awal. Berbeda dengan fisHby, Jala merupakan solusi bertambak udang yang menawarkan sistem manajemen terkini, dengan berbasis data, untuk membantu petambak untuk membuat keputusan manajemen yang tepat berdasarkan informasi aktual yang terjadi di tambak.

Dalam hal investasi akuakultur, start up berbasis digital seperti InFishta membantu pencarian modal invertasi perikanan yang dapat berdampak sosial sehingga membantu pembudidaya ikan untuk mendapatkan sumber modal, sekaligus mendapatkan keuntungan. Kemudian, Growpal memberikan peluang untuk membuat perubahan secara sosial melalui penanaman investasi dengan keuntungan yang menjanjikan di sektor perikanan dan kelautan.

Pemanfaatan teknologi informasi berbasis digital telah dilakukan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) yaitu pertama, sistem perizinan online melalui aplikasi kegiatan usaha bisnis akuakultur (AKUBISA) yang meliputi izin pemasukan ikan hidup (SIAPIH), izin pengangkutan ikan hidup hasil budidaya (SIKPI), serta rekomendasi pembudidayaan ikan penanaman modal (RPIPM). Kedua, pemanfaatan teknologi informasi melalui inovasi teknologi untuk mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi usaha perikanan budidaya dan meningkatan daya saing produksi melalui aplikasi pemanfaatan autofeeder, penerapan budidaya sistem bioflok, serta budidaya sistem keramba jaring apung (KJA) offshore yang berbasis pada teknologi digital.

Nokia X Siap Diluncurkan Pertengahan Mei

Nokia kembali hadir di pasar ponsel dunia. Kali ini, Nokia akan meluncurkan produk terbaru yang diberi nama Nokia X pada 16 Mei mendatang.

Ponsel dengan Sistem Operasi Android tersebut hadir dengan layar 5,8 inchi dengan rasio layar 19:9. Juga akan ada dua varian dari Nokia X, masing-masing didukung dengan prosesor MediaTek P60 SoC dan Qualcomm Snapdragon 636.

Perbedaan diantara keduanya, ponsel MediaTek akan didukung dengan RAM 4GB sementara untuk unit Snapdragon akan memiliki RAM 6GB.

Untuk kamera, Nokia akan dilengkapi dengan satu kamera  selfie di bagian depan dan kamera ganda di bagian belakang. Selain itu, akan ada juga flash dual LED vertikal. Keamanan ponsel ini akan dijaga dengan pemindai sidik jari yang diletakkan di sisi kanan Nokia X.