Kafe Chillax White Coffee Sukses Jadi Pusat Nongkrong Generasi Muda di Medan

Sudah semakin membanjirnya jumlah kafe di kota Medan, tentu semakin memberikan keuntungan kepada masyarakat. Karena sudah hampir pasti tiap pengusaha cafe akan berlomba-lomba mencari tema kafe yang paling unik guna menarik minat masyarakat berkunjung dan dapat menawarkan pelayanan baik, instagramable, serta suasana kafe yang lebih baik.

Apalagi saat ini, sedang jadi trend kafe yang mengangkat suasana hijau dengan rerumputan sintetis, serta dekorasi yang dominan berwarna coklat kayu yang mampu menyejukkan mata.Kafe seperti ini menawarkan kebebasan kepada pelanggan untuk bersantai di kafenya dan instagramable pula.

Akan tetapi faktanya tidak banyak kafe di Kota Medan yang menyajikan nuansa semacam itu. slah satunya adalah kafe yang sedang jadi pembicaraan di kalangan generasi muda kota Medan yaitu Chillaxx White Coffee. Chillaxx White Coffee ini menawarkan konsep nongkrong yang nyaman, baik untuk anak muda maupun keluarga.

“Chillaxx artinya rileks, santai. Jadi konsep yang kita tawarkan adalah family dan untuk tempat remaja nongkrong. Jadi bukan hanya remaja, namun juga untuk keluarga,” ujar Manager Chillaxx White Coffee, Dani saat ditemui di Chillaxx White Coffee Jalan K. H. Wahid Hasyim Nomor 38, Medan.

Di sini, meskipun Anda nongkrong sendirian, tidak akan merasa canggung, karena kafe ini memberikan kenyaman bagi pelanggannya. Chillaxx White Coffee memiliki ruangan outdoor, family room yang ada di dalam ruangan, serta reading room.

Hal yang paling menyenangkan dari tempat ini tentu adalah outdoor-nya, sebab Anda akan merasa nyaman untuk duduk berlama-lama sembari bekerja dan menikmati fasilitas yang ada.

Meskipun ramai, Anda yang senang ketenangan akan tetap bisa mendapatkannya. Tempat ini didominasi oleh warna-warna coklat kayu. Lantai di ruangan outdoor bahkan ditutupi oleh rumput sintetis. Dinding di ruangan outdoor dilapisi wallpaper bermotif bebatuan sehingga terlihat sangat instagramable.

Chillaxx White Coffee adalah kafe yang memberikan konsep Home karena tidak menghilangkan nuansa rumah di tempat ini. Konsep tersebut memberikan rasa nyaman dan teduh seperti layaknya di rumah. Chillaxx White Coffee pun menjadi tempat nongkrong yang cocok bagi setiap kalangan.

Apalagi menu-menu yang ditawarkan juga beragam, khususnya menu cake-nya yang beragam dan sangat enak. Di sini tersedia berbagai jenis cake yang ditawarkan dengan harga mulai dari  Rp9.500. saja.

Pegawai Chillaxx White Coffee akan membawa satu nampan besar dengan berbagai kue di atasnya, termasuk beberapa camilan. Kue-kue ini pun dipajang di dalam ruangan, dan pengunjung bisa melihat sendiri kue yang diinginkannya. Kue-kue tersebut berupa cake mocca, blackforest, strawberry dan yang lainnya.

Nikmatnya Mencicipi Asam Pedas Ikan Baung Khas Riau

Bagi kalian para pecinta kuliner, jika anda ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, jangan sampai tidak mencicipi makanan yang satu ini. Asam pedas ikan baung menjadi makanan populer di daerah tersebut, memiliki racikan bumbu yang membangkitkan selera nafsu makan penikmatnya.

Ikan baung memiliki nama latin Mystus Nemurus. Tekstur dagingnya yang lembut padat tanpa duri halus berwarna putih. Ikan air tawar ini biasanya hidup di empat sungai besar di Riau, yaitu sungai Kampar, sungai Siak, sungai Rokan dan sungai Indragiri.

Masyarakat Riau mengolah asam pedas ini menggunakan berbagai macam bumbu, yaitu lengkuas, jahe, kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, garam dan untuk membangkitkan citarasa asam, dimasukkan asam kandis atau air asam jawa pada kuahnya.

Setelah dimasak tampilanya berwarna orange kemerahan. Menu ini biasa disajikan dengan gulai pucuk daun ubi, sambal terasi, lalapan, kerang rebus, ayam goreng, sambal terong, sayur kangkung dan nasi. Sajian ini tentunya pasti akan menggugah selera yang hendak mencicipinya.

Di Provinsi Riau, asam pedas selalu menjadi menu andalan untuk menjamu tamu yang datang. Mulai dari masyarakat biasa wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, artis Ibu Kota dan pejabat negara.

Rumah makan yang menyajikan asam pedas selalu ramai pengunjungnya. Adapun beberapa rumah makan yang menyajikan menu ini, yaitu pondok asam pedas baung dan rumah makan khas Melayu.

Harga sajian satu porsi asam pedas berkisar mulai dari 100 ribu hingga 350 ribu rupiah. Kelangkaan ikan baung saat ini menjadi alasan untuk harga tersebut. Pasalnya untuk menjaga cita rasanya, ikan baung yang diolah bukan berasal dari kerambah, melainkan ikan baung yang hidup liar di sungai besar di Riau.

Asam pedas juga telah menjadi menu andalan Riau yang mendapat pengaruh kuat Melayu. Makanan ini biasa disajikan di berbagai acara adat setempat. Seperti saat rangkaian upacara pernikahan, lebaran dan lainnya. Selain itu menu asam pedas juga sering ditemukaan saat cara-acara seremonial pemerintahan.

Studi Mengungkapkan Musik Pengaruhi Perilaku Konsumen di Restoran

Suatu ketika Anda sedang berada di sebuah restoran. Anda merasa ingin makan terus, padahal saat itu Anda sudah cukup kenyang. Sebagian dari Anda pasti pernah mengalami hal tersebut ketika makan di restoran.

Tahukah Anda, penelitian mengungkapkan volume musik yang diputar di restoran berpengaruh terhadap selera makan Anda.

Jurnal Springer mengungkapkan bahwa volume musik yang dimainkan di restoran ternyata memiliki efek sistemik pada jenis makanan yang dipesan. Selain itu, musik juga bisa mempengaruhi pilihan makanan karena musik berdampak langsung ke detak jantung dan gairah.

Musik yang lembut akan memberikan efek yang lebih menenangkan dan membuat seseorang lebih memperhatikan makanan apa yang ia pesan. Sedangkan musik yang lebih keras menstimulasi otak untuk memilih makanan secara asal.

“Restoran dan supermarket dapat menggunakan musik ambient secara strategis untuk memengaruhi perilaku pembelian konsumen,” tulis Dipayan Biswas di jurnal tersebut.

Item yang dibeli dikelompokkan kedalam tiga kategori, sehat, tidak sehat, dan netral. Penelitian dilakukan di sebuah kafe di Stockholm, di mana berbagai genre musik dimainkan terpisah pada 55 desibel dan 70 desibel.

Hasilnya 20 persen pembeli memesan makanan di kategori tidak sehat ketika restoran memutarkan musik yang keras.

PLT Bupati Hulu Sungai Selatan Buka Pasar Ramadhan

Menyambut bulan suci Ramadhan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan membuka Pasar Ramadhan 1439 Hijriyah di Kawasan Pasar Kandangan. Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Plt Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Ardiansyah, Kamis, (17/5) kemarin.

Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita yang ada digerbang pasar Ramadhan dilakukan oleh Plt Ketua TP PKK HSS Hj Zaitun Ardiansyah.

Setelah pemotongan pita, Plt Bupati HSS H Ardiansyah meninjau Pasar Ramadhan bersama Ketua DPRD HSS H Akhmad Fahmi, Dandim 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto, Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko.

Para pedagang yang berjualan di Pasar Ramadhan Kandangan juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan Plt Bupati Hulu Sungai Selatan. Para pedagang memperkenalkan jenis kuliner yang merka jual di pasar Ramadhan.

“Semoga adanya Pasar Ramadhan ini bisa menjadi wadah bagi warga HSS membeli kuliner untuk berbuka puasa,” kata H Ardiansyah.

Dengan diadakannya pasar Ramadhan itu, diharapkan akan muncul ide baru dari para pedagang di HSS dengan usaha kuliner yang lebih baik dan berkualitas.

Pasar Ramadan di kawasan Pasar Los Batu Kandangan ada 100 stand dengan 50 tenda untuk para pedagang berjualan.

Pasar Pabukoan, Surganya Kuliner Kala Buka Puasa di Padang

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat memusatkan pasar ‘pabukoan’ Ramadhan 1439 Hijriah di depan Blok III Pasar Raya. ‘Pabukoan’ dalam Bahasa Padang berarti pembuka, merupakan sajian takjil dan makanan-makanan ringan yang biasanya disuguhkan saat berbuka puasa.

Pasar ‘pabukoan’ ini hadir sepanjang bulan Ramadhan, mulai dari hari Kamis , 17 Mei 2018 ini hingga sehari sebelum Lebaran 2018.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 70 pedagang yang sudah mendaftarkan diri untuk berjualan di pasar ‘pabukoan’ ini.  “Sebanyak 10 pedagang yang telah mendaftar dan mendapat arahan akan membuka jualannya di lokasi tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal.

Makanan yang disajikan di pasar ‘pabukoan’ ini juga sudah terjamin kebersihan dan kehalalannya. Sebelum berjualan, para pedagang mendapat arahan langsung oleh Dinas dan Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Beragam sajian makanan ada di pasar ‘pabukoan’ ini. Mulai makanan berat seperti nasi dan lauk pauk, hingga makanan-makanan kecil dan camilan seperti kolak, onde-onde, gorengan, lapek bugih, serabi lopis, dan kue lapis.

Tidak hanya makanan, minuman manis yang segar diminum kala berbuka puasa juga tersaji di pasar ‘pabukoan’ ini. Ada jus, es buah, es sirup, kelapa muda, skoteng, dan minuman es lainnya.

Untuk harga, tidak perlu khawatir. Makanan dan minuman di pasar ‘pabukoan’ ini dijual dengan harga yang murah meriah. Mulai dari Rp 5.000 hingga yangtermahal Rp 20.000 saja.

Jika Anda tertarik mengunjungi pasar ‘pabukoan’ ini, pasar ini baru dibuka pukul 15.00 WIB hingga usai Magribh sebelum masuk shalat Tarawih.

Pasar Pabukoan, Surganya Kuliner Kala Buka Puasa di Padang

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat memusatkan pasar ‘pabukoan’ Ramadhan 1439 Hijriah di depan Blok III Pasar Raya. ‘Pabukoan’ dalam Bahasa Padang berarti pembuka, merupakan sajian takjil dan makanan-makanan ringan yang biasanya disuguhkan saat berbuka puasa.

Pasar ‘pabukoan’ ini hadir sepanjang bulan Ramadhan, mulai dari hari Kamis , 17 Mei 2018 ini hingga sehari sebelum Lebaran 2018.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 70 pedagang yang sudah mendaftarkan diri untuk berjualan di pasar ‘pabukoan’ ini.  “Sebanyak 10 pedagang yang telah mendaftar dan mendapat arahan akan membuka jualannya di lokasi tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal.

Makanan yang disajikan di pasar ‘pabukoan’ ini juga sudah terjamin kebersihan dan kehalalannya. Sebelum berjualan, para pedagang mendapat arahan langsung oleh Dinas dan Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Beragam sajian makanan ada di pasar ‘pabukoan’ ini. Mulai makanan berat seperti nasi dan lauk pauk, hingga makanan-makanan kecil dan camilan seperti kolak, onde-onde, gorengan, lapek bugih, serabi lopis, dan kue lapis.

Tidak hanya makanan, minuman manis yang segar diminum kala berbuka puasa juga tersaji di pasar ‘pabukoan’ ini. Ada jus, es buah, es sirup, kelapa muda, skoteng, dan minuman es lainnya.

Untuk harga, tidak perlu khawatir. Makanan dan minuman di pasar ‘pabukoan’ ini dijual dengan harga yang murah meriah. Mulai dari Rp 5.000 hingga yangtermahal Rp 20.000 saja.

Jika Anda tertarik mengunjungi pasar ‘pabukoan’ ini, pasar ini baru dibuka pukul 15.00 WIB hingga usai Magribh sebelum masuk shalat Tarawih.

Penulis San Francisco Perkenalkan Masakan Indonesia Melalui Tulisan

Makanan Indonesia memang terkenal beraneka ragam dan kaya akan rasa. Saat ini, makanan Indonesia bukan hanya digemari oleh masyarakat di Tanah Air, melainkan mulai disukai oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia atau pun penggemar kuliner dari seluruh dunia.

Brea Salim, seorang penulis blog asal San Francisco, Amerika Serikat misalnya. Dalam sebuah situs pemberitaan lokal San Francisco Chronichle ia menulis kekagumannya terhadap penganan asal Indonesia di artikel berjudul ‘Martabak and the search for a small piece of Indonesia’ (‘Martabak dan pencarian potongan kecil Indonesia’). Tulisan itu ia unggah pada bulan April 2018 yang lalu.

Melalui tulisan terebut, Brea memperkenalkan martabak sebagai jajanan rakyat yang bisa didapatkan di hampir semua sudut daerah di Indonesia. Makanan ini biasa dimakan saat larut malam karena pedagang martabak biasanya baru berjualan setelah petang. Martabak ada berbagai macam rasa, mulai dari kacang, hingga cokelat.

Selain memperkenalkan martabak, melalui artikel tersebut, Brea juga memperkenalkan makanan Indonesia lainnya seperti mie tek tek, lontong, opor ayam, nasi uduk, dan nasi kuning.

Di akhir tulisannya, Brea menyisipkan alamat penjual martabak di kota Saratoga. Adalah Maria Handayani, pemilik dari restoran martabak di Saratoga tersebut. Menurut Brea, masyarakat Saratoga sangat antusias dengan kuliner, sehingga masakan Indonesia bisa diterima sangat baik di sana.

Rayakan Ulang Tahun, J.CO Tawarkan Berbagai Promo Murah

Merayakan hari jadinya yang jatuh pada bulan Mei, kedai donat J.CO menawarkan berbagai macam promo yang hanya berlaku di bulan Mei ini.

Para pecinta donat di seluruh Indonesia bisa menikmati promo dari J.CO. Promo pertama adalah dua lusin donat J.CO dengan harga Rp 100 ribu atau satu lusin donat dan satu cup Jcoffee dengan Jcool Couple di harga yang sama.

Ada juga promo satu Jcoffee dan satu Jcool Couple seharga Rp 50,000. Promo ini juga berlaku untuk pembelian dua Jcoffee atau dua Jcool Couple.

Khusus hari Senin, 7 Mei 2018 promo ini berlaku bagi pemegang kartu kredit, debit, dan e-cash Mandiri. Pada tanggal 8-9 Mei 2018 promo ini berlaku untuk umum.

 

TripAdvisor Rilis 10 Destinasi Kuliner Terbaik Dunia

Situs travelling ternama di dunia, TripAdvisor baru-baru ini merilis 10 destinasi kuliner terbaik di dunia. Dari daftar tersebut, satu destinasi berada di wilayah Asia Tenggara dan ada tiga kota di Italia.

Daftar tersebut disusun berdasarkan ulasan positif dari para wisatawan di situs TripAdvisor dari seluruh dunia.

Roma di Italia menempati posisi pertama destinasi wisata kuliner terbaik di dunia versi TripAdvisor. Di kota tersebut, wisatawan bisa menikmati berbagai makanan khas Italia seperti pasta, hingga mencicipi gelato.

Kota lainnya di Italia yang mendapat predikat destinasi kuliner terbaik di dunia adalah Florence. Wisatawan bisa merasakan pengalaman berwisata kuliner di pasar wisata Mercato Centrale yang dibangun sejak tahun 1874.

Sementara itu, di Asia Tenggara ada Bangkok yang menempati posisi ke sepuluh dalam daftar destinasi kuliner terbaik di dunia versi TripAdvisor. Tidak heran karena jajanan kaki lima yang ada di sepenjuru kota Bangkok menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing yang sedang berkunjung.

Sayangnya, tidak satu pun kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar surga kuliner tersebut.

Berikut ini adalah daftar 10 destinasi kuliner terbaik di dunia yang dikeluarkan oleh situs TripAdvisor:

  1. Roma, Italia
  2. Florence, Italia
  3. Paris, Prancis
  4. Barcelona, Spanyol
  5. New Orleans, Amerika Serikat
  6. New York, Amerika Serikat
  7. Venesia, Italia
  8. Madrid, Spanyol
  9. Tokyo, Jepang
  10. Bangkok, Thailand.

Mendiang Bondan Winarno Mendapatkan Penghargaan Lifetime Achievement

Pakar kuliner Indonesia yang terkenal dengan jargon “Maknyus”, Bondan Winarno mendapatkan penghargaan khusus di Ubud Food Festival 2018. Penghargaan tersebut adalah Lifetime Achievement yang diterima langsung oleh pihak keluarga.

Yvone Winarno, istri dari mendiang Bondan Winarno menceritakan kecintaan Bondan akan dunia kuliner Indonesia. Bagi keluarga, Bondan Winarno merupakan sosok yang sangat dicintai dan dikagumi.

“Bagi Bondan, makanan itu yang paling utama, dan ia sangat bersemangat dengan makanan. Saya membayangkan jika sekarang ia yang menerima ini, ia akan bilang ‘Maknyusss’, kenang anak Bondan, Aliseo.

Penghargaan tersebut dipersembahkan oleh ABC dan didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Yvone juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat mendiang Bondan Winarno untuk terus makan dan melestarikan masakan Nusantara.

Dalam perjalanan karirnya, Bondan Winarno sudah menerbitkan beberapa buku kuliner Indonesia, seperti 100 Manyus Jakarta, 100 Maknyus Bali, 100 Makanan Tradisional Indonesia Maknyus, dan tulisan-tulisan lainnya di media cetak.