PLT Bupati Hulu Sungai Selatan Buka Pasar Ramadhan

Menyambut bulan suci Ramadhan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan membuka Pasar Ramadhan 1439 Hijriyah di Kawasan Pasar Kandangan. Pembukaan dilakukan secara langsung oleh Plt Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Ardiansyah, Kamis, (17/5) kemarin.

Pembukaan dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita yang ada digerbang pasar Ramadhan dilakukan oleh Plt Ketua TP PKK HSS Hj Zaitun Ardiansyah.

Setelah pemotongan pita, Plt Bupati HSS H Ardiansyah meninjau Pasar Ramadhan bersama Ketua DPRD HSS H Akhmad Fahmi, Dandim 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto, Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko.

Para pedagang yang berjualan di Pasar Ramadhan Kandangan juga memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan Plt Bupati Hulu Sungai Selatan. Para pedagang memperkenalkan jenis kuliner yang merka jual di pasar Ramadhan.

“Semoga adanya Pasar Ramadhan ini bisa menjadi wadah bagi warga HSS membeli kuliner untuk berbuka puasa,” kata H Ardiansyah.

Dengan diadakannya pasar Ramadhan itu, diharapkan akan muncul ide baru dari para pedagang di HSS dengan usaha kuliner yang lebih baik dan berkualitas.

Pasar Ramadan di kawasan Pasar Los Batu Kandangan ada 100 stand dengan 50 tenda untuk para pedagang berjualan.

Pasar Pabukoan, Surganya Kuliner Kala Buka Puasa di Padang

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat memusatkan pasar ‘pabukoan’ Ramadhan 1439 Hijriah di depan Blok III Pasar Raya. ‘Pabukoan’ dalam Bahasa Padang berarti pembuka, merupakan sajian takjil dan makanan-makanan ringan yang biasanya disuguhkan saat berbuka puasa.

Pasar ‘pabukoan’ ini hadir sepanjang bulan Ramadhan, mulai dari hari Kamis , 17 Mei 2018 ini hingga sehari sebelum Lebaran 2018.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 70 pedagang yang sudah mendaftarkan diri untuk berjualan di pasar ‘pabukoan’ ini.  “Sebanyak 10 pedagang yang telah mendaftar dan mendapat arahan akan membuka jualannya di lokasi tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal.

Makanan yang disajikan di pasar ‘pabukoan’ ini juga sudah terjamin kebersihan dan kehalalannya. Sebelum berjualan, para pedagang mendapat arahan langsung oleh Dinas dan Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Beragam sajian makanan ada di pasar ‘pabukoan’ ini. Mulai makanan berat seperti nasi dan lauk pauk, hingga makanan-makanan kecil dan camilan seperti kolak, onde-onde, gorengan, lapek bugih, serabi lopis, dan kue lapis.

Tidak hanya makanan, minuman manis yang segar diminum kala berbuka puasa juga tersaji di pasar ‘pabukoan’ ini. Ada jus, es buah, es sirup, kelapa muda, skoteng, dan minuman es lainnya.

Untuk harga, tidak perlu khawatir. Makanan dan minuman di pasar ‘pabukoan’ ini dijual dengan harga yang murah meriah. Mulai dari Rp 5.000 hingga yangtermahal Rp 20.000 saja.

Jika Anda tertarik mengunjungi pasar ‘pabukoan’ ini, pasar ini baru dibuka pukul 15.00 WIB hingga usai Magribh sebelum masuk shalat Tarawih.

Pasar Pabukoan, Surganya Kuliner Kala Buka Puasa di Padang

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat memusatkan pasar ‘pabukoan’ Ramadhan 1439 Hijriah di depan Blok III Pasar Raya. ‘Pabukoan’ dalam Bahasa Padang berarti pembuka, merupakan sajian takjil dan makanan-makanan ringan yang biasanya disuguhkan saat berbuka puasa.

Pasar ‘pabukoan’ ini hadir sepanjang bulan Ramadhan, mulai dari hari Kamis , 17 Mei 2018 ini hingga sehari sebelum Lebaran 2018.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 70 pedagang yang sudah mendaftarkan diri untuk berjualan di pasar ‘pabukoan’ ini.  “Sebanyak 10 pedagang yang telah mendaftar dan mendapat arahan akan membuka jualannya di lokasi tersebut,” kata Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal.

Makanan yang disajikan di pasar ‘pabukoan’ ini juga sudah terjamin kebersihan dan kehalalannya. Sebelum berjualan, para pedagang mendapat arahan langsung oleh Dinas dan Balai Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Beragam sajian makanan ada di pasar ‘pabukoan’ ini. Mulai makanan berat seperti nasi dan lauk pauk, hingga makanan-makanan kecil dan camilan seperti kolak, onde-onde, gorengan, lapek bugih, serabi lopis, dan kue lapis.

Tidak hanya makanan, minuman manis yang segar diminum kala berbuka puasa juga tersaji di pasar ‘pabukoan’ ini. Ada jus, es buah, es sirup, kelapa muda, skoteng, dan minuman es lainnya.

Untuk harga, tidak perlu khawatir. Makanan dan minuman di pasar ‘pabukoan’ ini dijual dengan harga yang murah meriah. Mulai dari Rp 5.000 hingga yangtermahal Rp 20.000 saja.

Jika Anda tertarik mengunjungi pasar ‘pabukoan’ ini, pasar ini baru dibuka pukul 15.00 WIB hingga usai Magribh sebelum masuk shalat Tarawih.

Penulis San Francisco Perkenalkan Masakan Indonesia Melalui Tulisan

Makanan Indonesia memang terkenal beraneka ragam dan kaya akan rasa. Saat ini, makanan Indonesia bukan hanya digemari oleh masyarakat di Tanah Air, melainkan mulai disukai oleh wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia atau pun penggemar kuliner dari seluruh dunia.

Brea Salim, seorang penulis blog asal San Francisco, Amerika Serikat misalnya. Dalam sebuah situs pemberitaan lokal San Francisco Chronichle ia menulis kekagumannya terhadap penganan asal Indonesia di artikel berjudul ‘Martabak and the search for a small piece of Indonesia’ (‘Martabak dan pencarian potongan kecil Indonesia’). Tulisan itu ia unggah pada bulan April 2018 yang lalu.

Melalui tulisan terebut, Brea memperkenalkan martabak sebagai jajanan rakyat yang bisa didapatkan di hampir semua sudut daerah di Indonesia. Makanan ini biasa dimakan saat larut malam karena pedagang martabak biasanya baru berjualan setelah petang. Martabak ada berbagai macam rasa, mulai dari kacang, hingga cokelat.

Selain memperkenalkan martabak, melalui artikel tersebut, Brea juga memperkenalkan makanan Indonesia lainnya seperti mie tek tek, lontong, opor ayam, nasi uduk, dan nasi kuning.

Di akhir tulisannya, Brea menyisipkan alamat penjual martabak di kota Saratoga. Adalah Maria Handayani, pemilik dari restoran martabak di Saratoga tersebut. Menurut Brea, masyarakat Saratoga sangat antusias dengan kuliner, sehingga masakan Indonesia bisa diterima sangat baik di sana.

Rayakan Ulang Tahun, J.CO Tawarkan Berbagai Promo Murah

Merayakan hari jadinya yang jatuh pada bulan Mei, kedai donat J.CO menawarkan berbagai macam promo yang hanya berlaku di bulan Mei ini.

Para pecinta donat di seluruh Indonesia bisa menikmati promo dari J.CO. Promo pertama adalah dua lusin donat J.CO dengan harga Rp 100 ribu atau satu lusin donat dan satu cup Jcoffee dengan Jcool Couple di harga yang sama.

Ada juga promo satu Jcoffee dan satu Jcool Couple seharga Rp 50,000. Promo ini juga berlaku untuk pembelian dua Jcoffee atau dua Jcool Couple.

Khusus hari Senin, 7 Mei 2018 promo ini berlaku bagi pemegang kartu kredit, debit, dan e-cash Mandiri. Pada tanggal 8-9 Mei 2018 promo ini berlaku untuk umum.

 

TripAdvisor Rilis 10 Destinasi Kuliner Terbaik Dunia

Situs travelling ternama di dunia, TripAdvisor baru-baru ini merilis 10 destinasi kuliner terbaik di dunia. Dari daftar tersebut, satu destinasi berada di wilayah Asia Tenggara dan ada tiga kota di Italia.

Daftar tersebut disusun berdasarkan ulasan positif dari para wisatawan di situs TripAdvisor dari seluruh dunia.

Roma di Italia menempati posisi pertama destinasi wisata kuliner terbaik di dunia versi TripAdvisor. Di kota tersebut, wisatawan bisa menikmati berbagai makanan khas Italia seperti pasta, hingga mencicipi gelato.

Kota lainnya di Italia yang mendapat predikat destinasi kuliner terbaik di dunia adalah Florence. Wisatawan bisa merasakan pengalaman berwisata kuliner di pasar wisata Mercato Centrale yang dibangun sejak tahun 1874.

Sementara itu, di Asia Tenggara ada Bangkok yang menempati posisi ke sepuluh dalam daftar destinasi kuliner terbaik di dunia versi TripAdvisor. Tidak heran karena jajanan kaki lima yang ada di sepenjuru kota Bangkok menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing yang sedang berkunjung.

Sayangnya, tidak satu pun kota di Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar surga kuliner tersebut.

Berikut ini adalah daftar 10 destinasi kuliner terbaik di dunia yang dikeluarkan oleh situs TripAdvisor:

  1. Roma, Italia
  2. Florence, Italia
  3. Paris, Prancis
  4. Barcelona, Spanyol
  5. New Orleans, Amerika Serikat
  6. New York, Amerika Serikat
  7. Venesia, Italia
  8. Madrid, Spanyol
  9. Tokyo, Jepang
  10. Bangkok, Thailand.

Mendiang Bondan Winarno Mendapatkan Penghargaan Lifetime Achievement

Pakar kuliner Indonesia yang terkenal dengan jargon “Maknyus”, Bondan Winarno mendapatkan penghargaan khusus di Ubud Food Festival 2018. Penghargaan tersebut adalah Lifetime Achievement yang diterima langsung oleh pihak keluarga.

Yvone Winarno, istri dari mendiang Bondan Winarno menceritakan kecintaan Bondan akan dunia kuliner Indonesia. Bagi keluarga, Bondan Winarno merupakan sosok yang sangat dicintai dan dikagumi.

“Bagi Bondan, makanan itu yang paling utama, dan ia sangat bersemangat dengan makanan. Saya membayangkan jika sekarang ia yang menerima ini, ia akan bilang ‘Maknyusss’, kenang anak Bondan, Aliseo.

Penghargaan tersebut dipersembahkan oleh ABC dan didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Yvone juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat mendiang Bondan Winarno untuk terus makan dan melestarikan masakan Nusantara.

Dalam perjalanan karirnya, Bondan Winarno sudah menerbitkan beberapa buku kuliner Indonesia, seperti 100 Manyus Jakarta, 100 Maknyus Bali, 100 Makanan Tradisional Indonesia Maknyus, dan tulisan-tulisan lainnya di media cetak.

 

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Kemenpar Tetapkan 3 Destinasi Kuliner

Wisata Kuliner menjadi objek wisata yang efektif dalam menarik kunjungan wisatawan. Apalagi Indonesia terkenal dengan beragam khas makanan yang memiliki cita rasa tinggi. Selain menarik jumlah kunjungan wisatawan, wisata kuliner juga dapat membrandingkan makanan Indonesia di dunia.

Ada tiga destinasi wisata kuliner yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yakni Bali, Bandung dan Joglosemar (Yogyakarta, Solo dan Semarang). Tiga destinasi ini dipilih karena kaya akan kuliner dan juga didukung  keindahan  wisata alam dan budayanya

“Akhirnya kita punya tiga destinasi wisata kuliner. Satu Bali, dua Bandung, tiga Joglosemar,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat jumpa pers Festival Jajanan Bango 2018 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, 9 April 2018.

Selain karena keindahan wisata alam dan budayanya, ada kelayakan lainnya yang menjadi ke tiga destinasi itu ditetapkan sebagai destinasi wisata kuliner. Kelayakan lainnya yakni pengemasan produk dan even, kelayakan pelayanan, kelayakan lingkungan, kelayakan bisnis serta peranan pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata kuliner.

“Selain karena kuliner kaya juga karena komitmen pemerintahnya akan wisata kuliner. Kriterianya salah satunya yang tinggi adalah komitmennya pemerintah di samping potensinya yang luar biasa,” jelas Ketua Tim Percepatan Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja, Vita Datau.

Seperti diketahui, wisata kuliner memiliki potensi ekonomi yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia dapat menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi masyarakat. Sementara sebelumnya, Kemenpar telah menetapkan lima makanan daerah sebagai makanan nasional yaitu rendang, soto, nasi goreng, sate dan gado-gado.

“Wisata kuliner diharapkan bisa menjadi unsur utama sebagai rangkaian berwisata, mengingat kepariwisataan sehingga menjadi pintu gerbang dan citra pariwisata Indonesia,” tandasnya. (Sumber Sindo)

Tempe Go Internasional Tahun 2021

Tempe, makanan yang sering kita jumpai sehari-hari, akan diajukan sebagai warisan budaya dunia ke badan PBB untuk pendidikan, United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2021.

Ketua Forum Tempe Indonesia, Made Astawan mengatakan bahwa sebelum disahkan sebagai warisan dunia, pertama-tama tempe harus diterima sebagai warisan budaya nasional.

Forum Tempe Indonesia merupakan forum yang giat memperkenalkan tempe ke dunia internasional.

“Kita bersyukur tempe diakui sebagai warisan nasional oleh Pemerintah bulan Oktober tahun lalu. Hal tersebut yang meyakinkan kita untuk mengajukan tempe sebagai warisan dunia,” jelas Astawan.

Ia juga mengatakan bahwa dengan tempe diakui sebagai warisan dunia dari Indonesia, anak-anak kreatif Indonesia akan semakin percaya diri membuat berbagai olahan berbahan dasar tempe.

“Ketika batik diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO tahun 2009, anak-anak muda jadi suka pakai batik,” ucap Astawan.

Meskipun banyak negara yang ingin mengakui tempe sebagai warisan budaya, Ketua Forum Tempe Indonesia itu mengaku punya banyak bukti yang menunjukkan bahwa tempe merupakan makanan Indonesia.

“Kita punya bukti kuat, karya sastra Serat Centhini bahkan menyebutkan tempe sudah ada di Indonesia sejak abad ke-16,” ungkapnya.

Agar tempe bisa mendunia lagi, Astawan menyarankan agar kualitas tempe ditingkatkan lagi. Mengingat metode pembuatannya yang mudah, prosesnya harus dilakukan secara steril dan menggunakan alat-alat yang bersih.

 

Festival Kuliner dan Budaya Betawi Bakal Digelar di Rumah Si Pitung

Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Jakarta Utara, akan menggelar Festival Kuliner dan Budaya Betawi di kawasan Rumah Si Pitung, Marunda, Cilincing, Sabtu, 24 Maret 2018.

Kepala Suku Dinas Parbud Jakarta Utara, Mat Nasir mengatakan, selain mensosialisasikan kuliner dan Budaya Betawi, kegiatan festival juga menjadi bagian dari promosi 12 titik jalur destinasi wisata di Jakarta Utara.

“Betawi itu juga memiliki kuliner yang khas. Makanya kita mau angkat,” katanya, Selasa, 20 Maret 2018.

Dijelaskan Nasir, pihaknya meminta setiap perwakilan kecamatan menyiapkan tiga jenis makanan khas Betawi yang nantinya akan dilombakan saat kegiatan ini.

Dari tiga jenis makanan tersebut, Soto Betawi merupakan menu wajib. Sedangkan sisanya, seperti gado-gado, gabus pucung dan lain-lain merupakan menu pilihan.

“Jurinya menggandeng dari hotel, selain rasa kita juga menilai penampilan. Di kegiatan ini kita juga gandeng UKM menggelar bazar,” tandasnya.

Rumah si Pitung telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh pemerintah DKI Jakarta sejak tahun 1972. sudah sering mengalami pemugaran sampai tahun 2012 pemilik dari rumah ini sekarang adlalah H.Matsani. Untuk tidak menghillangkan unsur kebudayaan betawi walau sudah mengalami berkali-kali pemugaran maka di pagar Rumah si Pitung terdapat kayu-kayu ornamen khas betawi.

Unsur budaya betawi yang sangat kental menjadikan rumah ini sering menjadi tempat untuk diadakan festival kebudayaan betawi . pada tahun 2012 festival kebudayaan betawi rutin diadakan selama setahun tiap bulan, namun di tahun 2013 ini dikarenakan sudah dekat dengan Pemilu maka Festival kebudayaan Betawi di sini jarang diadakan. Diharapkan dengan dijadikannya Rumah si Pitung ini sebagai benda Cagar Budaya kelestarian budaya Betawi akan berlangsung hingga anak cucu kita nanti. (Sumber Disparbud DKI Jakarta)