Potensi Wisata Halal Aceh Tarik Turis Internasional Sangat Besar

Menteri Pariwisata Arief mengatakan Provinsi Nangroe Aceh Darussalaam sudah menyiapkan lebih dari 100 atraksi dan top 9. Namun, daya tarik Aceh secara konkrit terdapat di wisata bahari dan halal.

“Aceh memiliki dua diferensiasi yaitu wisata bahari dan wisata halal. Untuk wisata bahari Aceh masih kalah sama Raja Ampat. Akan tetapi, untuk urusan Freediving, Aceh terbaik,” ujar Menpar.

Menpar berharap Kota Sabang bisa dijadikan gerbang bagi pariwisata bahari Indonesia. Sebab, Sabang sangat dekat dengan pasar wisatawan mancanegara.

“Setiap Provinsi, kita pilih jagoannya. Untuk Aceh kita pilih Sabang. Posisi Aceh tidak kalah dengan Dubai dan Doha. Kalau kita jadikan Aceh sebagai Hub tentu akan baik,” ujar Menpar..

Tentang Atraksi, Aceh menang dua Kategori World Halal Tourism Award: World’s Best Halal Cultural Destination. Tidak hanya itu, Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh ditetapkan sebagai World’s Best Airport for Halal Travelers.

Kemenpar mendukung penyelenggaraan event Aceh International Freediving dan Saphula Regatta (Sabang-Phuket-Langkawi Regatta) yang sudah dilakukan melalui kegiatan Sabang Marine Festival.

“Sekarang sudah ada Sabang Yacht Club, pengelolaannya bisa diserahkan ke professional, misalnya pengelola di Phuket yang sudah berpengalaman dan memiliki networking luas. Saat ini sudah ada 55 Yacht Calling (Jan-Mei) dan 7 Cruise Calling. Targetnya 100 untuk Yacht dan 10 untuk Cruise ditahun 2018,” ujarnya.

Menpar Arief kembali menjelaskan bahwa Aceh sangat potensial untuk dijual, terutama bagi warga kebangsaan Timur Tengah.

“Untuk menjual Aceh harus menggunakan cara cerdik untuk mengundang wisman saat kosong. Misalnya ketika haji, pesawat yang kembali ke Indonesia relatif kosong. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan Hot Deals bagi wisman asal Timteng. Aceh itu dekat dengan India yang hanya dua jam, dengan Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Blue Bird Akan Promosikan Wonderful Indonesia

Akan ada pemandangan baru di mobil-mobil taksi dari Blue Bird. PT Blue Bird Tbk Indonesia bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana akan memasangkan logo “Wonderful Indonesia” di kendaraan armada taksi Blue Bird.

Kerja sama tersebut merupakan upaya Kemenpar bersama dengan PT Blue Bird Tbk untuk menyukseskan Visit Wonderful Indonesia (ViWi) 2018.

Selain memasang logo “Wonderful Indonesia”, Kemenpar juga akan memberikan pelatihan kepada supir taksi Blue Bird agar bisa menjadi tour guide mempromosikan pariwisata Indonesia kepada para penumpang.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Ketua II Co-Branding Kementerian Pariwsata Indonesia sekaligus Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata Indonesia, Priyantono Rudito dan Direktur PT Blue Bird Tbk Andre Sjokosoetono dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro.

Dengan disahkannya kerja sama antara Kementerian Pariwisata dan PT Blue Bird Tbk, taksi Blue Bird resmi menjadi official partner Visit Indonesia.

“Kita minta setelah Blue Bird jadi official partnet Visit Indonesia tiap supirnya akan jadi service ambassador, pelayan pariwisata bagi para tamunya,” jelas Menpar Arief Yahya.

Rakornas Pariwisata I-2018 Disebut-sebut Sebagai Rakornas Paling Gaul

Kamis besok, 22 Maret 2018, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pertama tahun 2018 di Bali. Rakornas yang akan berlangsung hingga 23 Maret 2018 ini disebut-sebut sebagai rakornas yang paling heboh, karena lokasi  acara yang sangat sangat instagramable. Banyak spot untuk berfoto. Dan yang pasti extraordinary.

Kali ini, rakornas mengusung tema digital destination dan nomadic tourism. Kegiatannya dibalut dengan konsep pasar ala anak-anak Generasi Pesona Indonesia (GenPI).

“Menjadi terobosan. Rakornas Bali akan menjadi Rakornas Kepariwisataan yang beda dari biasanya. Ini menjadi momentum tampilnya destinasi digital yang akan menjadi salah satu program utama Kemenpar di tahun 2018,” kata Staf Khusus Menteri Pariwisata bidang Komunikasi Don Kardono, Selasa

Yang lebih menarik, ada Glam Camp ala Nomadic Tourism. Yang pasti, rakornas disuguhkan dengan cara kekinian. Bumbunya adalah 1001 spot foto, serta 1001 kalimat unik zaman now.

“Inilah yang ingin kita tampilkan. Destinasi digital merupakan sebuah konsep yang tengah booming saat ini. Bukti konkritnya ada di 9 pasar anak-anak GenPi yang saat ini tengah naik daun. Tampilannya harus kece layak menjadi suguhan bagi kid zaman now,” ujar Don Kardono.

Bukan hanya tampilan luarnya. Rakornas pun akan diset maksimal. Tampilan kaku layaknya Rakornas yang selama ini ada dijamin tidak ditemukan. Tempat duduk peserta tidak bershaf layaknya rapat. Begitu pula set panggungnya yang akan diset berbeda.

“Jadi nanti jangan kaget kalau di tengah paparan narasumber atau sambutan pak Menteri, ada yang main enggrang. Atau lewat di depan panggung. Atau di pojok ada yang bermain congklak. Kursinya kita pakai kursi pantai. Biar semua santai,” lanjut Don Kardono.

Menjadi pelengkap. Suguhan kuliner unik dihadirkan. Jajan pasar khas pasar anak GenPI dijamin ada. Setingannya pun menarik. Pasar-pasar besutan GenPI akan dihadirkan. Namun, kesan tradisional akan menjadi ide dasar. Tampilannya bancakan dengan daun pisang sebagai alasnya.

“Ini menjadi warna lain yang ditampilkan. Menjadi pilot project, pasar yang sudah ada kita tampilkan di sini. Termasuk konsep kulinernya. Untuk memperoleh kulinernya pun nantinya menggunakan koin seperti pasar anak GenPI,” terang Don Kardono.

Bukan hanya itu, Rakornas Pariwisata I dipastikan bakal menjadi Rakornas paling gaul. Sebab, peserta diwajibkan tampil santai layaknya berwisata. Bahkan akan ada pemilihan kostum terbaik untuk para peserta.

“Seluruh peserta di wajibkan memakai pakaian berwisata. Celana pendek serta baju pantai menjadi busana wajib peserta Rakornas. Pariwisata itu harus happy, smile, jangan kaku. Semua senang-senang karena ini Bali, gerbang pariwisata Indonesia. Best costume nanti kita akan pilih. Akan hadiahnya juga nanti,” ujar Don Kardono.

Mendengar hal tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya ikutan sumringah. Kehadiran destinasi digital ala anak GenPI di Rakornas Pariwisata I memberikan warna baru dalam pariwisata Indonesia. Menurut Menpar destinasi digital seperti ini hanya ada di Indonesia satu-satunya.

“Kita mesti bangga kita menjadi negara pertama di dunia yang memiliki destinasi digital. Apalagi ini adalah kreasinya anak-anak muda yang peduli dengan pariwisata.

Digital lifestyle itu, kata Menpar Arief Yahya, harus interaktif, berbasis online, bercerita dengan video, gambar, sedikit text, viral alias dari HP ke HP. Bukan lagi dari mulut ke mulut, karena mulut mereka adalah gadget, signal, dan wifi.

“Itulah digital lifestyle anak-anak muda. Selalu memikirkan impression, objek foto Instagrameble, interaktif, viral, trending topic, dan tema-tema khas online sosial media. Di mana ada objek anti mainstream, di situ mereka berkumpul. Maka dari itu Rakornas Pariwisata I menjadi momentum munculnya destinasi baru, destinasi digital,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.