Perpustakaan Terindah Di Dunia

Berkunjung ke perpustakaan dapat menjadi destinasi berlibur yang akan menambah pengalaman baru, unik dan juga seru. Perpustakaan selalu menjadi ciri khas dari masyarakat dan budaya tertentu, itulah yang membuat saat ini perpustakaan tidak hanya di datangi oleh para kutu buku, namun juga para turis di seluruh dunia.

Seperti sebuah perpustakaan yang terletak di Adelaide, Australia ini. The Mortlock Wing of the South Australian State Library namanya. Setiap hari jauh dari suasana sepi yang biasanya melekat dengan suasana perpustakaan kebanyakan, bagaimana tidak ? Setiap hari perpustakaan ini selalu ramai di sambangi oleh para turis yang mengunjungi kota tersebut.

Memasuki perpustakaan ini seperti memasuki perpustakaan di Hogwarts yang ada dalam film Harry Potter. Jajaran buku dalam rak kayu berwarna cokelat tua dan atap kubah kacanya, memang membuat perpustakaan ini seperti muncul dari dunia sihir ajaib. Didirikan pada tahun 1884, perpustakaan ini masih menyimpan beberapa koleksi buku asli dari tahun 1900.

Tidak heran kalau perpustakaan ini disebut-sebut sebagai perpustakaan terindah di dunia.

1400 Tenaga Medis Siap Sukseskan Asian Games 2018

Kementerian Kesehatan bersama INASGOC, Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia telah menyiapkan 1.400 petugas kesehatan untuk Asian Games 2018 yang disebar di empat provinsi penyelenggara.

“Kementerian Kesehatan bersama INASGOC telah menyiapkan 1.400 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan fisioterapis yang akan didistribusikan ke empat provinsi,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari 407 dokter, 813 perawat, dan 180 fisioterapis yang akan didistribusikan di Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten.

Nila menjelaskan Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 98 pos medis, 21 pusat kesehatan, dua poliklinik, dan 21 rumah sakit rujukan untuk pelayanan kesehatan Asian Games 2018.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan 25 unit ambulans VVIP baru untuk kebutuhan kegawatdaruratan.

Ambulans tersebut merupakan ambulans yang dapat melakukan penanganan layaknya di UGD.

Namun jumlah rumah sakit rujukan dan ambulans tersebut masih bisa bertambah disediakan dari Dinas Kesehatan empat provinsi penyelenggara Asian Games.

Nila berpesan kepada para petugas kesehatan Asian Games 2018 agar bisa bekerja secara profesional dan optimal karena harus menangani atlet yang merupakan aset negara.

“Dalam penanganan major event perlu pelayanan kesehatan yang optimal. Kalau tidak optimal bisa menyebabkan cacat, dan kematian. Akan berpengaruh pada kredibilitas negara, dan menyebabkan dampak buruk pada negara,” kata Nila.

Selain itu dia juga berpesan agar penanganan kesehatan tidak hanya memperhatikan atlet tetapi juga penonton atau suporter masing-masing negara.

Film Dokumenter Indonesia Unjuk Gigi di Asia Peace Film Festival Karachi

Film sebagai seni dan budaya merupakan bagian dari soft diplomacy dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan mengukuhkan perannya di percaturan pergaulan internasional, khususnya di Wilayah Kerja. Keikutsertaan Indonesia dalam Festival Film ini selain menegaskan bahwa Indonesia adalah negara cinta perdamaian dan menghargai kebegaraman agama, suku/etnis dan budaya, juga sarana promosi peningkatan citra Indonesia di Pakistan.

Untuk memperkuat soft power diplomacy tersebut, Indonesia berpartisipasi pada Asia Peace Film Festival (APFF) yang diselenggarakan di Karachi Expo Center, Karachi, Pakistan, 23 – 26 Februari 2018.

Tema festival film kali ini adalah “Celebrating diversity and harnessing harmony by promoting cinematography as a mass medium of peace education in Asian region“. Sedangkan visi yang diangkat adalah Menjadikan film sebagai media dialog antar budaya, rekursif bersama, rekonsiliasi, mediasi konflik dan pembangunan perdamaian di kawasan Asia. Festival ini merupakan rangkaian program serupa yang diselenggarakan di Islamabad pada 18 – 20 September 2017. Keikutsertaan Indonesia pada Festival Film kali ini merupakan kerja sama antara KBRI Islamabad dan KJRI Karachi.

Selama festival, ditayangkan film dengan genre film pendek (durasi 3-30 menit), film dokumeneter (durasi 3-30 menit), dan film animasi  (durasi maksimum 30 menit). Pada festival kali ini Indonesia mengikutsertakan film dokumenter. Selain penayangan tiga jenis film tersebut dari 21 negara Asia dan partisipan di luar negara Asia, festival juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan film, antara lain : Dialog Budaya oleh Perwakilan Negara Peserta; Film dan presentasi wanita bagaimana mengembalikan stereotip patriarkal melalui bioskop; Master Class : Pembuatan film documenter; Budaya dan Perdamaian : Perspektif dan wawasan; Film sebagai media masa untuk pendidikan dan perdamaian; Pembuatan film dan Animasi singkat proses produksi dalam bentuk 3 dimensi (3D); Kebebasan ekspresi VS ujaran kebencian; dan dialog lain seputar perfileman dengan melibatkan pembuat film, sutradara, kurator.

Indonesia mengikutsertakan 4 judul film dokumenterpada Festifal Film Edisi Karachi, yaitu “Karatagan Ciremai”, “Identitas”, Innner Peace” dan “Save our Forest Giants”. Sementara Perwakilan sinemeas dari Indonesia yang hadir adalah Sdr. Sofie Setyorini (Kurator), Sdr. Harvan Agustriansyah (Pembuat film dokumenter dan sutradara) dan Sdr. Antonius Tonny Trimarsanto.

Rendang Kembali Dinobatkan Sebagai Makanan Terlezat Sejagat

Rasa rendang dengan rempah yang kuat berpadu gurih dengan santan, memang mampu menggoyang lidah. Ditambah lagi daging sapi yang sudah lembut karena proses pemasakan yang lama sungguh enak dinikmati.

Makanan khas Sumatera Barat ini telah tersohor hingga ke mancanegara karena rasanya yang lezat.

Baru-baru ini situs berita CNN mengumumkan rendang khas Indonesia sebagai makanan nomor satu terenak di dunia.

Hasil ini didapatkan dari voting yang dilakukan CNN di media sosial Facebook terhadap 35.000 voters tentang 50 daftar makanan terlezat di dunia.

Hasilnya, rendang khas Sumatera Barat kembali menduduki peringkat pertama.

Tak hanya rendang, nasi goreng khas Indonesia juga menempati peringkat kedua. Sementara itu, makanan Nusantara lainnya yang masuk daftar adalah sate, yang menduduki peringkat ke-14.

Wajah Perbatasan Indonesia yang Semakin Cantik Dipandang

Wajah wilayah perbatasan Indonesia dinilai mengalami perubahan signifikan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Kerja keras seluruh instansi terkait berhasil mengubah beranda terdepan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pada acara Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2017 dan Penajaman Program Prioritas Tahun 2018 di Jakarta, Rabu (17/1).

Tjahjo mengungkapkan, sebanyak tujuh pos lintas batas negara (PLBN) terpadu telah dibangun. Selain PLBN, banyak juga pembangunan infrastruktur jalan, transportasi, elektrifikasi, termasuk jaringan telekomunikasi.

“Konektivitas kawasan perbatasan terhubung dan dapat dijangkau. Distribusi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi,” kata Tjahjo.

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Jayapura, Papua.

Menurut Tjahjo, pemerintah terus mengejar percepatan pembangunan sarana dan prasarana pelayanan sosial dasar serta perekonomian di kawasan perbatasan. Misalnya terkait tata niaga ekspor-impor dengan negara tetangga melalui PLBN terpadu. Langkah percepatan, lanjutnya, diperlukan untuk mengintegrasikan organisasi-organisasi perundingan mengenai batas wilayah negara. Tentunya dengan koordinasi penuh dari BNPP.

“Diperlukan pula optimalisasi, kerja keras dan keterpaduan perencanaan program antar kementerian atau lembaga dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mengatakan, pemerintah berkomitmen mengalihkan pembangunan dari Pulau Jawa ke wilayah lain. Dengan begitu, tercipta keadilan pembangunan.

“Sekian lama menbangun di pusat perkotaan, di Pulau Jawa, maka sudah saatnya kita berpikir bahwa ada ketidakadilan di sini (perbatasan). Kita menciptakan keadilan. Kita sangat bahagia Pak Jokowi menerbitkan Nawa Cita yang didalamnya ada konsep membangun dari pinggiran, ini luar biasa,” kata Wiranto.

Diungkapkan, dirinya dan Tjahjo beberapa kali mengunjungi perbatasan.

“Banyak rakyat yang merasa bukan rakyat Indonesia. Setel televisi, siarannya negara tetangga, mau beli beras murah dari negara tetangga, hiburan negara tetangga. Maka itu, buatlah masyarakat perbatasan itu agar merasa nyaman. Ketika ditanya siapa? Saya orang Indonesia,” ungkapnya.

Kondisi tujuh PLBN sebelum direnovasi, menurut Wiranto, seperti kantor desa. Karenanya, Presiden memerintahkan agar segera dibangun PLBN yang melebihi bangunan negara tetangga.

“Beliau (Presiden) sampaikan, jika di sana (kantor perbatasan negara lain) dua tingkat, di sini tiga tingkat. Kalau di sana jalan tetangganya 10 meter, di sini 20 meter. Ini sudah bisa membuat bangga masyarakat kita di daerah perbatasan,” ujarnya.

Tari Pendet Disabilitas di Bali Sabet Rekor Muri

Tari Pendet disabilitas massal terbanyak berhasil mencetak rekor di Museum Rekor Indonesia (Muri) . Selain mendapatkan Muri, tarian ini menjadi tarian yang perama kali digelar.

Event yang digelar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali berhasil menyedot antusias penonton

“Sebanyak 130 penari tampil dengan sangat memukau. Mereka (penari disabilitas) merupakan binaan mahasiswa kami dari Fakultas Ilmu Pendidikan bekerja sama dengan pelatih tari,” kata Rektor Undiksha, I Nyoman Jampel, di Singaraja, Minggu, 14 Januari 2018.

Jampel menyebut penampilan disabilitas tidak kalah kerenya dengan tarian yang dibawakan orang yang buka penderita disabilitas. Jampel menjelaskan anak berkebutuhan khusus adalah aset yang sama nilainya dengan anak-anak pada umumnya. Menurut dia, anak berkebutuhan khusus harus diberikan kedudukan yang sama. Dalam bidang pendidikan pun harus dilibatkan dalam berbagai jenis program, baik seni maupun pendidikan.

“Dengan berkesenian, anak berkebutuhan khusus merasakan nilai positif yang tertinggi, yaitu kebahagiaan. Mereka akan merasakan hidupnya tetap berarti dan diperlukan sehingga semangat menjalani kehidupan dapat terus dilalui meskipun dengan berbagai keterbatasan,” kata Jampal.

Koordinator Muri Tari Pendet massal, Made Agus Dharmadi mengatakan para penari disabilitas dilatih secara intensif bersama sejumlah instruktur yang berpengalaman.

Para penari ketika melakukan gerakan dituntun oleh satu orang derigen yang memperagakan beberapa jenis gerakan sebagai simbol beberapa bagian tari.

“Kami lumayan bekerja keras agar mereka paham beberapa gerakan tari pendet. Selain untuk Muri, kami juga meneliti dalam hal pendidikan disabilitasnya,” kata dia. (Sumber Antara)

Wisman Prancis ke Bali Meningkat 10,09 Persen di 2017

Strategi pemasaran dan promosi yang dijalankan ke negara-negara eropa sukses besar. Sebut saja wisman dari Prancis yang jumlahnya terus meningkat. Data terbaru dari Visit Indonesia Tourism Office(VITO) Prancis menyebutkan, tingkat kunjungan wisman Prancis ke Bali menempati peringkat ke tujuh dari sejumlah negara.

Selama tahun 2017, jumlah kunjungan wisman Prancis mencapai 162.288 wisman. Lebih besar dari tahun 2016 yang berjumlah 147,413 wisman.

“Peningkatanya sebesar 10,09 persen,” ujar Eka Moncare selaku perwakilan VITO Prancis.

Faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatan kunjungan wisman Prancis ke Bali? Soal ini Eka punya jawaban. Pertama adalah popularitas Bali yang memang menjadi favorit wisatawan Prancis.

Masyarakat Prancis dikatakanya sangat menyukai kultur dan budaya. Dan Bali memiliki semua itu dan menawarkannya kepada wisman Prancis secara lengkap. Bali, menurut Eka, sangatlah unik. Bahwa meskipun menjadi tujuan wisatawan dunia, namun kekuatan tradisionalnya masih sangat terjaga.

“Dan hal tersebut ditunjang dengan penerbangan langsung (direct flight) dari Paris ke Bali yang menjadi salah satu faktor sukses kunjungan wisman Prancis,”  kata Eka.

Selain itu ‘hospitality‘ masyarakat dan industri di Bali sudah sangat baik. Masyarakat Bali mampu berbicara bahasa Inggris bahkan Prancis dengan baik dan semakin baik. Bali sangat menyambut wisatawan dan telah memiliki pengalaman yang baik dalam hospitality.

“Dan banyak sekali pilihan hotel di Bali yang harganya kompetitif. Sehingga membuat Tour Operatorsemakin mudah membuat paket untuk dijual,” ujarnya.Bali memiliki amenitas dari kelas guest househingga hotel kelas bintang tujuh yang semuanya memiliki standar yang baik.

Bali dipromosikan sejak awal dan sampai sekarang. Mereka selalu siap untuk promosi dibandingkan daerah lain. Banyak brosur dan artikel tentang Bali.

“Semua itu membuat Bali semakin mudah dijual dan menarik wisatawan,” kata Eka.

Belum lagi strategi promosi yang dijalankan Kementerian Pariwisata dan VITO Prancis sendiri. Bahwa setiap saat sepanjang 2017, VITO Prancis bekerja kers memberikan presentasi dan training ke Tour Operator (TO)/Travel Agent (TA) tentang Indonesia.

VITO Prancis juga memiliki office open to public yang buka setiap Senin hingga Jumat. Dimana orang bisa datang untuk bertanya dan berdiskusi langsung untuk mempersipakan trip mereka ke Indonesia.

“Dan orang Prancis senang jika ada assistant tourism office yang membuat mereka penuh confidenceuntuk travelling ke Indonesia,” jelasnya.

Pertanyaan-pertanyaan melalui email atau sosial media juga direspons secara cepat dan lengkap mengenai destinasi di Indonesia.

Vito Perancis mengeluarkan newsletter setiap bulan dikirim ke media dan partner agents untuk updateinformasi apa saja hal yang baru dari Indonesia. Mulai dari destinasi,pembukaan airport, rute penerbangan, sistem transportasi, hotel, dan lain-lain.

Bicara soal Bali, sebagai destinasi wisata memang tidak perlu diragukan. Popularitas dan keindahannya sudah tersohor ke berbagai belahan dunia. Pesona dan eksotisme Bali tidak akan pernah luntur.

Coba saja sebut Pantai Kuta. Bayangan akan keindahan, suasana yang nyaman sudah langsung membuai. Maka jangan heran jika banyak pesohor dunia sudah menginjakkan kakinya disini.

Deretan nama dunia seperti Christina Aguilera, Katy Perry, Paris Hilton, David Beckham, Jorge Lorenzo, Ashton Kutcher, Mila Kuni, Justin Bieber dan Selena Gomez, tak ragu mem-posting momen keseruan liburan mereka di akun media sosial masing-masing.

Lebih lanjut Eka mengatakan, ke depannya VITO Prancis akan semakin kuat dalam mempromosikan Bali. Berbagai langkah akan dilakukan. Mulai dari memperbanyak event-event Bussines to Costumer (BtoC). Dikatakan Eka, B to C sangat baik untuk menciptakan demand.

“Jika B to C naik, B to B pasti akan mengikuti,” ujarnya.

Selain itu juga memperkuat hubungan dengan partner di Prancis dan melakukan media famtrip. Juga yang tak kalah penting, mempromosikan Indonesia lewat gastronomi, massage dan spa. Event-eventgastronomi dan massage akan sangat efektif untuk memperkenalkan Indonesia di publik Prancis.

“Dan Prancis adalah pasar potensial. Pengeluaran wisman Prancis rata-rata mencapai 110 dolar AS per hari dengan lama tinggal rata-rata 15 hari,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik meningkatnya kunjungan wisman Prancis ke Indonesia. Ia mengatakan Prancis merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar dari Eropa ke Indonesia.

Bahkan ia menyatakan kunjungan wisman Prancis ke Indonesia telah mengalahkan Thailand.

“Rata-rata kunjungan mereka itu ke Bali 40 persen, Jakarta 30 persen, Kepulauan Riau 20 persen dan 10 persen sisanya di wilayah lain,” ujar Menpar Arief Yahya.

Indonesia, dikatakan Menpar, memiliki banyak tujuan wisata yang sesuai dengan wisatawan Prancis. Indonesia punya banyak destinasi wisata luxury kelas dunia.

“Jadi silahkan ke Indonesia. Kami siap menyambut wisatawan asal Prancis dengan layanan kelas dunia,” tutur Menpar.

Film Silariang, Sebuah Karya dari Sineas Muda Sulsel

Ada yang spesial dari acara penayangan perdana film “Silariang: Cinta Yang (Tak) Direstui” di Makassar, Minggu 14 Januari 2018. Sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan turut hadir, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

“Saya sebagai Gubernur Sulsel mengapresiasi setinggi-tingginya karya anak-anak Makassar ini, mereka menghadirkan kreativitas yang positif,” kata Syahrul usai menyaksikan film tersebut.

Menyangkut tema, Syahrul yang mendapat predikat gubernur terbaik Indonesia dari Menteri Dalam Negeri ini menyebutkan film ini sangat bagus karena mengangkat budaya, kehidupan sosial, dan filosofi masyarakat Sulsel.?

“Ini mampu dihadirkan dalam film. Paling tidak, karakter laki-laki Bugis-Makassar bisa tercermin di film ini, ketegaran dalam menghadapi cobaan pasti ada solusinya,” sebutnya.?

Dia juga menilai film ini layak tonton, dan menjadi pemicu hadirnya industri film yang baik di Sulsel.?

“Saya yakin film ini layak tonton, sebuah karya dari anak-anak Sulsel, ” ujarnya.

Film ini bercerita tentang dua insan manusia yang pernikahnnya tidak direstui. Dimana Yusuf (Bisma Karisma) dan Zulaikha (Andania Suri) memutuskan untuk silariang “kawin lari.”

Syahrul menyaksikan penayangan perdana di Studio 1 XXI bersama sutradara, pemain, dan masyarakat. Hadir juga Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, serta Bupati Luwu Andi Mudzakkar.