Desainer Muda Indonesia Siap Beradu Bakat dan Kreativitas

Pameran Garmen dan Tekstil berskala internasional “Indonesia International Textile and Garment Machinery & Accessories Exhibition (INDO INTERTEX) 2018” kembali digelar untuk yang ke-16 kalinya. Diikuti oleh lebih dari 500 perusahaan terkemuka baik lokal maupun internasional dari 23 negara, acara yang bertempat di Jakarta International Expo Kemayoran pada 4 hingga 7 April 2018 ini tidak hanya menampilkan beragam jenis mesin tekstil dan garmen terkemuka di dunia, namun juga mengeksplorasi penerapan luas teknologi tekstil inovatif hingga tren perkembangan baru dari pasar tekstil. Selain pameran, acara yang merupakan kerjasama antara Peraga Expo dan Fourteen Events ini juga dimeriahkan dengan rangkaian stage events yang tak hanya bertujuan untuk menghibur para pengunjung, namun juga menjadi wadah bagi para desainer muda Indonesia khususnya melalui penyelenggaraan lomba desain busana “Indo Project Runway 2018”. Dalam perlombaan ini, seluruh peserta terpilih diminta untuk beradu kemampuan dan kreativitas dalam menjahit pakaian langsung di lokasi perlombaan dengan tema yang telah ditentukan.

Paul Kingsen selaku Project Director Peraga Expo mengungkapkan, “INDO INTERTEX merupakan pameran terbesar dan terlengkap untuk industri tekstil. Wadah bagi para pelaku industri dari hulu ke hilir. Kami berharap dengan penyelenggaraan INDO PROJECT RUNWAY ini menghasilkan talenta-talenta muda potensial di industri fashion. Ia juga menyampaikan harapannya agar acara ini dapat semakin berkembang setiap tahunnya, dengan menargetkan peserta dan pengisi acara yang tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari negara-negara lain ke depannya. “Kami optimis hal ini bisa tercipta mengingat pasar yang besar dan respon yang sangat baik oleh para produsen tekstil dan garmen internasional yang ingin mendapatkan dan menguatkan posisinya di pasar Indonesia.” tambahnya.

Antusiasme dan dukungan positif juga tampak dari para peserta pameran yang ada. Brand Manager PT Indo Hose, Maretta, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik event ini karena tidak hanya dari kalangan pabrik garmen berskala besar saja, namun market dari kalangan profesional non pabrik juga dapat tergarap secara maksimal.” Hal serupa diungkapkan oleh Commercial Head SEA Region PT South Pacific Viscose, Winston A. Mulyadi, “Lenzing melihat potensi besar dalam industri fashion lokal dan lomba ini menjadi sebuah panggung kreatif bagi perancang muda Indonesia untuk unjuk karya dan kemampuan mereka.”

Acara panggung di hari pertama dibuka dengan penyampaian informasi mengenai lomba “Indo Project Runway” kepada para 15 orang peserta yang telah terpilih sebelumnya melalui penyeleksian portofolio dan hasil karya. Di hari pertama ini para peserta juga diberikan pengarahan langsung mengenai produk dan alat yang dapat digunakan selama acara. Tidak tanggung-tanggung, seluruh peserta dibekali dengan mesin jahit dari salah satu perusahaan mesin jahit terbesar di Indonesia, PT. Indo Hose. Tak hanya itu, peserta juga dimanjakan dengan material tekstil yang disediakan oleh Lenzing. Produsen serat cellulose-based terbesar dari Austria ini melalui anak perusahaan mereka di Indonesia, PT South Pacific Viscose, mendukung penuh terselenggaranya lomba dengan menyediakan kain woven yang terbuat dari bahan baku berkualitas tinggi asal Eropa, TENCEL™ Lyocell fiber dan TENCEL™ Modal fiber. Dalam lomba ini seluruh peserta bebas untuk berkreasi dengan menggunakan bahan dan alat yang telah disediakan dalam periode batas waktu yang telah ditentukan. Babak penyisihan bertema “Sheer & Ruffles” diadakan pada tanggal 5 April dan menyisakan 10 orang finalis yang kemudian berkompetisi kembali di babak Final yang bertemakan “Batik for Red Carpet” pada 6 hingga 7 April 2018. Setelah jadi, hasil karya peserta langsung ditampilkan dalam bentuk sebuah peragaan busana dan presentasi di hadapan juri untuk dinilai secara seksama. Tidak hanya lomba, panggung acara juga dimeriahkan dengan adanya Fashion Business Seminar yang menghadirkan tokoh-tokoh yang berpengalaman dalam dunia industri fashion, Kids Clothing Line Fashion Show, serta Make Up Workshop dari Victoria Atelier. Di akhir acara, juri kemudian memilih tiga orang yang dinilai berhak untuk menjadi pemenang dan membawa pulang hadiah berupa mesin jahit dan uang tunai jutaan Rupiah. Juara pertama dimenangkan oleh Anita Natalia, disusul oleh Annisa Diyan Fitri di posisi kedua dan Fiwih Kurnia Pratiwi di urutan ketiga.

INDO INTERTEX (Indonesia International Textile and Garment Machinery & Accesorries Exhibition) 2018 adalah pameran tekstil dan garmen berskala internasional terbesar di Asia Tenggara yang menjadi platform bagi para pelaku industri tekstil dari dalam maupun luar negeri. Acara ini mengkhususkan diri pada industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat persaingan nasional ITPT melalui pemberdayaan teknologi mesin untuk mengembangkan produktivitas dan efisiensi. Dalam naungan acara yang sama, akan turut diselenggarakan rangkaian pameran lainnya, antara lain INATEX (Indonesia Apparel Fabrics and Home Textile Exhibition) yang menampilkan berbagai produk dan aksesori dari industri Tekstil dan Produk Tekstil; INDO TEXPRINT (Indonesia Digital Textile and Screen Printing Exhibition) 2018 yang menampilkan fasilitas dan kebutuhan dalam digital textile dan screen printing, serta INDO DYECHEM (Indonesia Dyeing and Chemical for Textile Exhibition) yang berfokus pada kegiatan pengenalan produk dan teknologi baru dalam Industri Bahan Kimia, Pewarna dan Pigmen Indonesia serta masalah industri Kimia & Pewarna di tingkat internasional.