Menkeu: Asuransi Kesehatan Indonesia Harus Realistis

Pemerintah terus memikirkan sistem seperti apa yang dibutuhkan dan kemampuan dalam hal pembiayaan program jaminan kesehatan nasional. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara Kemitraan dalam Kesehatan, di Hotel Shangrila Jakarta pada Selasa (15/05).

“Desain dan passion untuk asuransi kesehatan Indonesia harusnya realistik, harus didesain untuk mentargetkan baik populasi yang paling produktif dan yang paling rentan dan dari rumah tangga ekonomi menengah ke bawah,” ujar Menkeu.

Dalam acara diskusi publik yang terselenggara atas kerjasama Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dan Bank Dunia ini, Menkeu menyampaikan beberapa tahapan yang dilakukan pemerintah dalam penyempurnaan sistem jaminan kesehatan nasional.

“Pertama, kita tentu sadar upaya kita dalam meningkatkan dan membuat asuransi cakupan nasional,  kesehatan nasional harus menutup gap-gap yang ada yaitu dalam hal finansial, dalam hal kemampuan infrastruktur, kesehatan dan juga SDM, kesehatan,” jelas Menkeu.

Tahapan yang kedua adalah membangun sebuah sistem yang memberikan kontribusi yang terkait dengan tidak lagi memberikan subsidi penuh yang mungkin dapat membingungkan karena mayoritas masyarakat berpikir atau berharap asuransi jaminan kesehatan nasional ini gratis dalam menggunakan semua fasilitas.

“Kita suka membandingkan dengan negara-negara Eropa. Jadi, ketika Anda lahir sampai anda meninggal,  semuanya sudah diurus oleh negara. Mereka tidak lihat sisi lainnya di mana mereka membayar pajak sangat tinggi. Jadi, orang Indonesia suka tidak bayar pajak tapi (ingin) semuanya gratis. Ini adalah salah satu tantangan bagi kita. Ini adalah proses edukasi untuk sebagian besar populasi Indonesia,” Menkeu menambahkan.

Untuk tahapan selanjutnya yang ketiga adalah cakupan asuransi nasional, Pemerintah juga dapat menggunakan metode yang sama dengan pengembangan infrastruktur dan SDM kesehatan yang bisa dilakukan secara efektif dengan dukungan sektor swasta.

Prudential Serahkan Donasi Rp4.5 Miliar untuk Renovasi Bangsal Rumah Sakit Kanker Dharmais

Prudential Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), hari ini merealisasikan komitmennya dengan menyerahkan donasi sebesar Rp4.5 miliar untuk renovasi bangsal di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Diawali saat Prudential Indonesia memperingati berjalannya bisnis syariahnya yang ke-10 tahun pada 2017 lalu, Prudential berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah uang dari dana perusahaan untuk setiap pembelian polis PRUsyariah di tahun 2017. Jumlah dana yang telah mencapai Rp4.5 miliar akan digunakan untuk membangun bangsal, area tunggu, ruang konsultasi, ruang perawatan dan sejumlah fasilitas lainnya yang dikhususkan untuk para remaja penderita kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch, menjelaskan, “Kegiatan CSR selalu menjadi prioritas dan fokus kami. Komitmen kami terhadap perawatan penyakit Kanker di Indonesia masih sama besarnya seperti 13 tahun lalu saat pertama kali kami bersama YOAI membuka bangsal bagi anak-anak penderita kanker di RS Kanker Dharmais. Tahun lalu kami sangat bersyukur atas perkembangan bisnis syariah kami selama 10 tahun. Kami sangat senang bisa berbagi kebahagiaan lewat donasi dari PRUsyariah yang kami harap dapat bermanfaat bagi pengembangan perawatan kanker, khususnya melalui Yayasan Onkologi Anak Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais.”

“Perkembangan YOAI dalam menjalankan visi misi kami sampai hari ini tentunya tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak, terutama Prudential Indonesia, dimana kami telah bermitra sejak tahun 2003. Lewat kerja sama ini, sejumlah inisiatif telah kami lakukan seperti pemberian bantuan pengobatan, pembuatan bangsal, seminar pengenalan dini kanker pada anak, dan donasi mesin Apheresis ke tujuh rumah sakit di berbagai kota. Ke depannya, tentu kami berharap kontribusi yang dapat kami berikan bersama para donator bagi para pasien kanker di Indonesia bisa semakin besar lagi,” jelas Rahmi Adi Putra Tahir, Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Prof. Dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT – KL(K), MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais menyatakan, ”Kami sangat mengapresiasi kegiatan CSR yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Prudential Indonesia dan YOAI sebagai kelanjutan dari sumbangsih yang sebelumnya telah mereka berikan kepada Rumah Sakit Kanker Dharmais sejak tahun 2005. Kami yakin bahwa perluasan bangsal remaja dan sejumlah fasilitas lainnya ini akan membantu meningkatkan pengalaman berobat yang lebih nyaman bagi para pasien.”

Prudential Indonesia telah menjalankan banyak program tanggung jawab sosial sejak pertama kali perusahaan didirikan 22 tahun yang lalu, dan sejak tahun 2014 program-program terkait telah berhasil menyentuh lebih dari sejuta jiwa.