Tempat Wisata Ekstream di Indonesia

Indonesia akrab dengan keindahan alam, keberagaman budaya, serta keramahan masyarakatnya. Hal inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan asing maupun domestik untuk menyempatkan diri menyusuri banyak daerah wisata di Indonesia.

Banyak cara yang dipilih oleh para wisatawan untuk menikmati keindahan alam di Indonesia. salah satunya adalah dengan cara-cara yang tidak biasa, atau bisa dikatakan cukup ekstream.

Anda bisa menikmati wisata dengan cara yang tidak biasa, cukup ekstream dan cukup untuk memacu adrenalin anada seperti di beberapa tempat berikut ini.

1. Kereta Gantung Pantai Timang

Letak dari obyek wisata yang satu ini adalah di Yogyakarta, tepatnya desa Purwodadi, kecamatan Tempus, Gunung Kidul. Di sini adalah kawasan yang banyak dijumpai nelayan lobster/udang.

Mungkin ada yang belum mengetahui bahwa di pantai Timang ini ada satu wisata ekstrim. Ya, kereta gantung! namun bukan kereta gantung biasa, karena kereta gantung ini meluncur tepat di atas laut.

Jika di bayangan yang terlintas adalah kereta gantung dengan teknologi modern dan serba canggih, maka tepislah bayangan tersebut, karena di kereta gantung yang satu ini masih menggunakan peralatan yang cukup sederhana.

Kereta hanya terbuat dari kayu, yang diluncurkan dengan dikaitkan bersama dengan dua buah katrol yang bersebrangan. Saat melintas di atas laut percikan air sampai ke badan kita dan ombak terkadang membasahi tubuh, paling ekstrim lagi kereta ini cuma memuat satu penumpang setiap kali penyeberangan (tak bisa beramai-ramai) banyak wisatawan berminat menjajalnya walau akses ke pantai Timang tergolong sulit.

Dan perlu jadi catatan, bahwa kereta gantung pantai Timang bukanlah tempat wisata yang resmi, jadi tidak ada asuransi atau jaminan apabila terjadi sesuatu pada kita ketika mencoba sensasi ekstrim menyeberang pakai kereta gantung tradisional.

 

2.Panjat Tebing di Lembah Harau

Para pecinta panjat tebing atau pemanjat tebing profesional pasti tidak asing lagi mendengar nama Lembah Harau, Sumatera Barat.

Ini disebut-sebut sebagai surga bagi para pemanjat tebing Indonesia. Lokasi tepatnya adalah di kota Payakumbuh, sekitar 2 jam dari kota Padang.

Ketinggian lembah hingga 300 meter dan disekelilingnya terdapat beberapa bukit, seperti bukit Singkarat, Tarangtang, bukit Jambu, dan Air Putih. Spesies di lembah Harau adalah monyet berekor panjang. Di lereng tebing juga dijumpai kolam alami yang terbentuk dari beberapa air terjun yang mengalir dari bagian atas tebing tersebut. Nama air terjunnya yaitu Sarasa Ayeloluyi, Sarasa Murai, Sarasa Bunta, Sarasa Ayeange.

3. Pendakian Anak Gunung Krakatau

Gunung Anak Krakatau terdapat di Lampung. Gunung ini terbentuk akibat letusan Krakatau yang terjadi di tahun 1883. Sebanyak dua per tiga pulau Krakatau, tempat berdirinya gunung Krakatau tenggelam ke lautan dan sisanya adalah pulau kecil bernama Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau memiliki ketinggian 230 meter di atas permukaan air laut dan mempunyai pasir vulkanik berwarna hitam. Jadi saat kita mendaki, akan sedikit merasa kerepotan karena pijakan yang berupa pasir vulkanik gampang merosot dan tidak kokoh. Ketika pendakian, kita tidak perlu khawatir karena akan ditemani oleh petugas cagar alam.

Namun perlu diperhatikan, batas pendakian hanya sampai ke dekat kubah demi alasan keselamatan. Tapi pemandangan dari lereng juga sangat indah, kok. Tampak hamparan biru laut selat Sunda membentang dengan pulau-pulau kecil di sekelilingnya.

Gimana Sahabat El-John ??? Tertarik mencoba Sensasi dari salah satu destinasi tersebut ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *