Nikmatnya Mencicipi Asam Pedas Ikan Baung Khas Riau

Bagi kalian para pecinta kuliner, jika anda ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, jangan sampai tidak mencicipi makanan yang satu ini. Asam pedas ikan baung menjadi makanan populer di daerah tersebut, memiliki racikan bumbu yang membangkitkan selera nafsu makan penikmatnya.

Ikan baung memiliki nama latin Mystus Nemurus. Tekstur dagingnya yang lembut padat tanpa duri halus berwarna putih. Ikan air tawar ini biasanya hidup di empat sungai besar di Riau, yaitu sungai Kampar, sungai Siak, sungai Rokan dan sungai Indragiri.

Masyarakat Riau mengolah asam pedas ini menggunakan berbagai macam bumbu, yaitu lengkuas, jahe, kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, garam dan untuk membangkitkan citarasa asam, dimasukkan asam kandis atau air asam jawa pada kuahnya.

Setelah dimasak tampilanya berwarna orange kemerahan. Menu ini biasa disajikan dengan gulai pucuk daun ubi, sambal terasi, lalapan, kerang rebus, ayam goreng, sambal terong, sayur kangkung dan nasi. Sajian ini tentunya pasti akan menggugah selera yang hendak mencicipinya.

Di Provinsi Riau, asam pedas selalu menjadi menu andalan untuk menjamu tamu yang datang. Mulai dari masyarakat biasa wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, artis Ibu Kota dan pejabat negara.

Rumah makan yang menyajikan asam pedas selalu ramai pengunjungnya. Adapun beberapa rumah makan yang menyajikan menu ini, yaitu pondok asam pedas baung dan rumah makan khas Melayu.

Harga sajian satu porsi asam pedas berkisar mulai dari 100 ribu hingga 350 ribu rupiah. Kelangkaan ikan baung saat ini menjadi alasan untuk harga tersebut. Pasalnya untuk menjaga cita rasanya, ikan baung yang diolah bukan berasal dari kerambah, melainkan ikan baung yang hidup liar di sungai besar di Riau.

Asam pedas juga telah menjadi menu andalan Riau yang mendapat pengaruh kuat Melayu. Makanan ini biasa disajikan di berbagai acara adat setempat. Seperti saat rangkaian upacara pernikahan, lebaran dan lainnya. Selain itu menu asam pedas juga sering ditemukaan saat cara-acara seremonial pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *